Blog Gw

Doa Dan Usaha

Doa Dan Usaha Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit. Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. Please Tuhan….., please….. Tolong dengarkan doa hambamu ini”. Dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.

Di waktu yang berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu,
... baca selengkapnya di Doa Dan Usaha Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss

Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dahulu kala hiduplah di Negri Swiss sebuah keluarga bangsawan. Mereka hanya memiliki seorang putra tunggal. Tapi, Putranya itu bodoh dan malas belajar.

Lalu berkatalah Ayahandanya kepadanya,“ Putraku yang terkasih, Engkau harus pergi dari sini. Aku akan mengirim Engkau ke seorang guru yang akan memberimu pelajaran. Aku menginginkan seorang putra yang pandai. “

Lalu pergilah Putra Bangsawan itu ke sebuah kota lain dan tinggal selama satu tahun dengan guru tersebut. Setelah itu, kembalilah Putra Bangsawan itu ke istananya.

Tanya Ayahandanya,“ Putraku, Engkau telah pergi selama satu tahun. Ayo, katakan apa yang telah Kau pelajari ?“

Jawab putranya,“ Baik Ayahanda, sekarang aku sudah bisa menggonggong seperti anjing, saya telah mengerti bahasa mereka.

“ Apa…. ?? “ teriak Ayahandanya dengan marah, “Kamu tidak belajar sedikit pun ? Pergi dari sini, Kamu bukan Putraku lagi Aku tidak ingin melihat kamu lagi di istana ini “

Lalu Putra Bangsawan itu meninggalkan istana ayahnya dan pergi mengembara berhari hari bahkan berminggu minggu lamanya. Suatu ketika tibalah ia di sebuah puri. Waktu itu sudah
... baca selengkapnya di Bahasa Aneh -- Dongeng dari Negeri Swiss Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

Nyaman Menuruti Kata Hati

Read More..

Matematika? Siapa Takut!

Matematika? Siapa Takut! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dag… dig… dug, terdengar suara detak jantungku saat namaku dipanggil ibu guru untuk maju ke depan kelas menyelesaikan salah satu soal matematika. Dalam hatiku aku berkata “sial, kenapa aku sih yang disuruh maju?” omelku dalam hati. Akupun beranjak dari mejaku menuju papan.

Kuterdiam. Beberapa saat suasana di dalam kelas hening. Kuberpikir bagaimana cara menyelesaikan soal yang menurutku sulitnya minta ampun ini. Teman-temanku yang mendapat giliran untuk maju kedepan datang silih berganti menyelesaikan soal yang diberi Ibu guru.

Hingga, beberapa menitpun berlalu dengan cepatnya. Tapi tak setitik angkapun tertulis. “aduh susah benget sih soalnya!” , bisikku dalam hati. Sambil terus berpikir aku terus berdoa “ya Tuhan, bantulah aku menyelesaikan soal ini dengan cara apapun. Aku janji akan belajar lebih giat Tuhan”

Karena di depan terlalu lama aku jadi malu pada teman-temanku. Sampai-sampai keringat dingin ku pun keluar.
Tak lama kemudian “Tet…Tet…”. Bel pulang berbunyi. “Huff…” desahku. Akhirnya aku pulang sambil terus bersyukur pada Tuhan.

Setelah makan siang aku langsung tertidur saking lelahnya. Tiba-tiba aku terjaga dari tidurku. Aku segera beranjak dari tempat tidurku menuju ke kamar mandi membasuh mukaku. Kemudian saat aku keluar kulihat beberapa buku berserakan di atas tempat tidurku. Dengan segera kurapikan buku-buku tersebut ke tempat semula. Melihat buku-buku itu aku
... baca selengkapnya di Matematika? Siapa Takut! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

Qiutters Can Win

Qiutters Can Win Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pembaca, saya yakin Anda pasti pernah mendengar ungkapan, “Winners never quit and quitters never win”, yang jika diterjemahkan menjadi, “Pemenang tidak pernah berhenti (mencoba) dan pecundang tidak akan pernah menang (karena berhenti mencoba)”.

Tahukah Anda siapa tokoh terkenal yang mendeklarasikan pernyataan di atas? Benar sekali. Beliau adalah Vince Lombardi, pelatih sepakbola Amerika yang mashyur.

Mungkin Anda juga pernah mendengar perdana menteri Inggris, saat Perang Dunia Kedua, Sir Winston Churchill berkata, “Never, never, never quit.”

Nah, pertanyaan saya sekarang adalah, “Apakah Anda yakin dan percaya serta menerima sepenuhnya apa yang dikatakan oleh kedua tokoh ini?”

Saya dulu sangat percaya. Bahkan saya menambahkannya dengan pernyataan, “Sukses diukur bukan dari tingginya pencapaian. Sukses diukur lebih berdasarkan seberapa besar hambatan yang berhasil kita atasi dalam proses mencapai sukses”, dan “Tidak pentin
... baca selengkapnya di Qiutters Can Win Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

Hati Nurani Sang Pencuri

Hati Nurani Sang Pencuri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu malam, seorang pencuri menyelinap ke sebuah rumah yang di huni oleh seorang nyonya tua, yang saat itu sedang duduk di samping meja. Sungguh beruntung sekali, pikir si pencuri. Tiba-tiba terdengar tangisan nyonya tua itu dengan tersedu-sedu, lalu mengambil sebuah gunting dan mengarahkannya ke leher.

"Ah.....! tidak boleh!" teriak si pencuri. Tanpa sadar ia berlaku sebagai pencuri, dia menerobos ke dalam rumah dan merampas gunting dari tangan nyonya itu.

"Biarkan aku mati...," ronta nyonya tua itu.

"Masalah apa yang terjadi? Bicarakan padaku, Untuk apa memilih jalan pintas?"

Ternyata Nyonya tua itu baru saja ditinggalkan suaminya. Anak dan menantu tidak berbakti, ditambah lagi menderita sakit hingga merasakan hidup ini tidak berarti lagi. Setelah dinasehati panjang lebar, niat untuk bunuh diri tadi perlahan-lahan hilang. Setelah ramai sejenak, para tetangga mengalihkan perhatian pada si pencuri tadi.

"Terima kasih,Tuan ! Tanpa pertolongan anda, tragedi malam ini tentu akan terjadi", cetus mereka.

"Kalian terlalu
... baca selengkapnya di Hati Nurani Sang Pencuri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

Episode Picisan Aksi Buaya

Episode Picisan Aksi Buaya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mendengar, menonton, dan membaca perkembangan lakon Cicak versus Buaya berasa seperti menyimak cerita picisan yang sungguh tak lucu. Lakon dugaan rekayasa untuk mengkriminalisasi dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin jelas pada episode beredarnya transkrip rekaman berisi pembicaraan adik buron KPK, Anggoro Widjodjo, dengan sejumlah petinggi kepolisian dan kejaksaan.

Terlihat bahwa fakta adanya konspirasi yang targetnya adalah penutupan KPK, seperti disebut dalam transkrip rekaman, setidaknya lebih meyakinkan daripada sangkaan polisi bahwa dua pimpinan KPK telah menyalahgunakan wewenang dan pelanggaran lainnya. Fakta yang syukur bisa terungkap, meskipun hanya menunjukkan satu kasus saja dari entah berapa ratus atau ribu kasus selingkuh hukum yang selama ini terlewat dari pantauan publik.

Selingkuh itu biasanya berupa kongkalikong hukum dengan mencoba menutupi kebusukan kasus korupsi. Tepatnya terjadi kamuflase saat kasus itu diselidiki dan disidik polisi dan jaksa. Ketenteraman status quo ini mulai goyah, bahkan tambah gonjang-ganjing, karena kiprah lembaga yang diremehkan sebagai si cicak yang lemah. KPK tanpa ampun membongkar mafia penegakan hukum yang entah sudah meru
... baca selengkapnya di Episode Picisan Aksi Buaya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

Takdir Sukri

Takdir Sukri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hilir mudik, mondar-mandir, semua bergerak berusaha mengejar roda putaran waktu yang bergulir dengan sangat cepat, pepatah bahwa waktu adalah uang, waktu adalah seperti pisau yang memiliki 2 mata yang tajam dan tumpul, waktu adalah senjata yang harus pintar-pintar di gunakan dsb-dsb, rupanya benar-benar mereka hayati dengan sangat baik, memang siapapun yang tidak mampu mengimbangi cepatnya putaran sang waktu akan tertinggal, tergilas, amblas lenyap di telan masa dan zaman. Tapi apakah sebenarnya hakikat dari semua ini, mengejar sang waktu, mengimbangi sang waktu, menguasai waktu, memanfaatkan waktu, dsb-dsb, untuk apa?.
“Sekian dulu pak, interview kita hari ini, untuk hasilnya bapak akan kami hubungi lagi seminggu kemudian”, kalimat itu masih terngiang di telinga Sukri, sambil duduk di tembok pembatas taman di pinggir trotoar, dia masih termenung, termangu, terpaku dsb-dsb, dia ingat dengan pasti kalimat yang barusan keluar dari mulut sang Hrd perusahaan tadi, itu adalah yang ke 10 atau mungkin malah lebih dia mendengar kalimat itu, tapi anehnya setelah seminggu menunggu, tak ada satupun dari perusahaan yang dia lamar menghub
... baca selengkapnya di Takdir Sukri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

Ingat Bebek?

Ingat Bebek? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka.

Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.

Setelah makan, nenek berkata, ?Sally, cuci piring.? Tetapi Sally berkata, ?Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?? Dan Sally berbisik, ?Ingat bebek?? Jadi Johnny mencuci piring.

Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, ?Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.? Tetapi Sally tersenyum dan berkata, ?Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.? Kembali dia berbisik, ?Ingat bebek?? Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.

Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally,
... baca selengkapnya di Ingat Bebek? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Read More..

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BANTU VCD DAN MODUL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POSTPARTUM DI BANGSAL ANGGREK 2 RSUP DR. SARDJITO

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Angka Kematian Ibu berguna untuk menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, melahirkan dan masa nifas (Permata, 2002). Derajat kesehatan penduduk secara optimal dapat pula diukur dengan indikator antara lain angka
kematian ibu, angka kematian bayi, dan tingkat kesuburan penduduk yang sangat erat kaitannya dengan pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan KB (Keluarga Berencana) (Ambarwati, 2006).
Berdasarkan data WHO (1999) sekitar 80 % kematian maternal merupakan akibat meningkatnya komplikasi selama kehamilan, persalinan dan setelah melahirkan (Yulianto, 2004). Di dunia, setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi terkait dengan kehamilan dan persalinan. Di Indonesia, dua orang ibu meninggal setiap jam karena kehamilan, persalinan dan nifas (Universitas Indonesia, 2005). Berdasarkan SKRT (2003), Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia mencapai 307/ 100.000 kelahiran hidup, hal ini berbeda sekali dengan Singapura yang berhasil menekan angka kematian ibu menjadi 6 per seratus ribu kelahiran hidup saja (Depkes, 1998). Data lain menyebutkan bahwa AKI di Indonesia masih relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan negaranegara anggota ASEAN. Risiko kematian ibu karena melahirkan di  Indonesia adalah 1 dari 65, sedangkan di Thailand menunjukkan angka 1 dari 1.100 (Bappenas, 2007).
Dalam menanggulangi hal tersebut, berbagai usaha untuk menurunkan AKI telah dilakukan, diantaranya: 1) Program safe motherhood (1998); 2) Gerakan Sayang Ibu (1996); 3) Gerakan Nasional Kehamilan yang Aman/ Making Pragnancy Saver (MPS) dan 4) Kerjasama POGI, IDAI, IDI, dan Depkes 2002 oleh yayasan Bina Pustaka yang menerbitkan Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Berbagai program itu telah dilaksanakan akan tetapi pada kenyataannya AKI baru bisa diturunkan menjadi 307/ 100.000 pada tahun 2003. Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa angka tersebut
mengalami penurunan lagi menjadi 290,8 per seratus ribu kelahiran hidup pada tahun 2005 (Jakir, 2006).
Pada tahun 2003 angka kematian ibu di Yogyakarta mencapai 110/100.000 kelahiran hidup. Data yang tercatat dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta bahwa kematian maternal tahun 2004 di Yogyakarta terdapat 33 kasus yaitu Kotamadya Yogyakarta 5 kasus, Bantul 8 kasus, Kulonprogo 4 kasus,
Gunungkidul 4 kasus dan Sleman 12 kasus (Purwantiningsih, 2006). Data tersebut semakin menguatkan perlunya penanganan serius bagi kematian maternal. Berbagai faktor penyebab tingginya AKI seringkali dijumpai secara bersamaan dan tumpang tindih. Salah satu faktor yang menyebabkan AKI masih tinggi diantaranya adalah mutu pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini berkaitan langsung dengan  penanganan kasus AKI yang dinamakan trias terlambat, diantaranya:
1. Terlambat deteksi bahaya dini selama kehamilan, persalinan dan nifas, serta dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan neonatal.
2. Terlambat merujuk ke fasilitas kesehatan karena kondisi geografis dan sulitnya trasportasi.
3. Terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai di tempat rujukan.

Telah diketahui bahwa 3 penyebab utama kematian ibu di bidang obstetri adalah perdarahan 45%, infeksi 15 % dan hipertensi dalam kehamilan 13 % (SKRT 1995). Sejalan dengan data tersebut, kebanyakan kematian maternal terjadi 3 hari sehabis melahirkan karena terserang infeksi. Oleh karena itu, baik ibu, keluarga maupun tenaga kesehatan perlu belajar hal-hal yang berkaitan dengan komplikasi postpartum ini (Roeshadi, 2006).
WHO telah merekomendasikan program Making Pregnancy Safer yang salah satu fokus penanganannya pada pencegahan perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum ini adalah penyebab utama kematian maternal. Tidak kurang seperempat dari seluruh kematian maternal disebabkan oleh perdarahan (WHO,
2006). Di negara berkembang, perempuan cenderung lebih mendapat perawatan antenatal atau perawatan sebelum melahirkan dibandingkan mendapat perawatan kebidanan yang seharusnya diterima selama persalinan dan pasca persalinan. Nyatanya, lebih dari separuh jumlah seluruh kematian ibu terjadi dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, sebagian besar karena terlalu banyak mengeluarkan darah. Perdarahan hebat adalah penyebab paling utama dari kematian ibu di seluruh dunia. Sebenarnya perdarahan postpartum dini seringkali dapat ditangani
dengan perawatan dasar, namun keterlambatan dapat mengakibatkan komplikasi lebih lanjut sehingga memerlukan pelayanan yang komperhensif. Pencegahan, diagnosis dan penanganan pada jam-jam pertama sangatlah penting untuk mengatasi perdarahan. Disamping itu risiko-risiko lain seperti infeksi dan komplikasi juga dapat mengancam jiwa (Shane, 2002). Periode postpartum merupakan masa untuk beradaptasi dengan perubahan fisik dan psikologis. Serta salah satu masa untuk mengadopsi peran ibu (Bobak et al, 2004). Mengingat pentingnya adaptasi pada masa ini maka perawat diharapkan bisa memberi kontribusi dengan menyediakan pelayanan keperawatan yang mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan pada ibu postpartum ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan perawat adalah dengan mengoptimalkan fungsinya
sebagai edukator dengan memberikan pengetahuan tentang perawatan ibu dan bayi kepada ibu postpartum. Permasalahan ibu postpartum ini sebetulnya bisa dicegah, salah satunya dengan memberikan penyuluhan yang berkesinambungan pada ibu postpartum. Kurangnya pengetahuan ibu postpartum tentang perawatan
ibu dan bayi, dapat ditopang dengan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan khususnya perawat dan bidan tentang asuhan keperawatan ibu postpartum. Menurut hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap perawat dan bidan di bangsal Anggrek 2 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada tanggal 30 April 2007 bahwa program pelatihan ibu postpartum jarang dilaksanakan dan tidak dilakukan secara berkesinambungan karena jumlah perawat yang tidak memadai dan beban kerja yang ada. RSUP Dr. Sardjito sebetulnya pernah mengadakan program pelatihan yang melibatkan ibu postpartum yaitu program pelatihan breast care. Akan tetapi program tersebut sudah tidak dilaksanakan sejak tiga tahun yang lalu.

B. Rumusan Masalah
Berdasar uraian di atas diketahui bahwa kesadaran perawat/bidan mengenai risiko kematian pada ibu postpartum sudah ada, namun hal itu belum diimbangi dengan tingkat pengetahuan yang cukup tentang asuhan keperawatan postpartum.
Pelatihan dengan menggunakan media bantu VCD dan modul merupakan salah satu jenis media pengajaran yang banyak digemari saat ini. Penelitian tentang efek penggunaan media audiovisual pernah dilakukan.
Namun penelitian kali ini lebih mendalami tentang penerapan pelatihan menggunakan media bantu VCD dan modul. Diharapkan dengan penelitian ini akan memberikan pengetahuan praktis kepada perawat/bidan dan dunia kesehatan pada khususnya. Dengan informasi praktis yang dapat diterapkan dengan baik akan menghasilkan suatu kesadaran bahwa dengan pelatihan ini dapat meningkatkan skor pengetahuan perawat/bidan yang berguna bagi pelayanan keperawatan. Adapun rumusan masalah yang dapat diambil dari latar belakang masalah tersebut adalah: Apakah pelatihan dengan menggunakan media bantu VCD dan modul dapat meningkatkan skor pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan pada ibu postpartum di Bangsal Anggrek 2 RSUP Dr. Sardjito.
Selengkapnya 



Read More..